Nyanthing

Berbagi indahnya hidup

Monday, January 08, 2007

Renungan

Konon seorang pemuda ganteng harus kehilangan pengelihatannya.
Namun dalam dirinya tidak pernah terbersit rasa minder apa lagi putus asa.
Dia tetap melanjutkan hidup dan mencoba menemukan pasangan hidupnya.

Suatu ketika dia berjumpa dengan seorang gadis. Gadis ini sangat special buatnya.
Seorang gadis yang dewasa, cerdas, dan penuh pengertian. Di hadapan gadis ini sang pemuda merasa dirinya menjadi seorang laki-laki yang sempurna.

Ada keinginan lebih dalam diri sang pemuda. Dia menginginkan bisa melihat wajah gadis yang sangat dia cintai. Hal inilah yang membuat sang pemuda jadi bersemangat untuk melakukan operasi cangkok kornea.

Sang gadis dengan penuh perhatian mendengarkan keinginan sang pemuda. Sampai saat pemuda itu melakukan operasinya, sang gadis selalu berada di sampingnya.

Tiba saatnya untuk membuka perban. Sang pemuda sudah tidak sabar ingin melihat wajah kekasihnya. Saat dokter membuka perban matanya, tak henti-hentinya sang pemuda meremas lembut jemari kekasihnya yang tak pernah sedetikpun lepas dari genggamannya.

Cahaya silau perlahan menyusup masuk disela-sela bulu matanya. Dan sekarang cahaya silau berganti dengan cahaya terang. Di hadapannya terlihat wajah sang dokter. Genggaman tangannya seketika mengencang. Akhirnya pengelihatannya kembali. Akhirnya dia dapat melihat wajah kekasihnya. Seraut wajah yang sudah diangankan, yang sudah dia bayangkan dalam benaknya. Seraut wajah yang akan sangat serasi dengan perilaku sang empunya.

Sesaat setelah perban selesai dibuka oleh dokter, perlahan sang pemuda menoleh ke arah kekasihnya. Seorang kekasih yang selama ini setia berada di sisinya. Seorang kekasih yang telah membuatnya nekat melakukan pencakokan kornea.

Ketika tatapan matanya membentur sosok wanita yang jemarinya masih dia genggam erat, perlahan senyuman yang sedari tadi menghias wajahnya luruh. Genggaman tangan itu mengendur dan akhirnya terlepas. Wajah itu ….wajah itu tidak seperti yang ada di benaknya…..



 

5 Comments:

  • At 2:44 PM , Anonymous Anonymous said...

    manusia memang kadang ingin yang ideal.
    jadi teringat kejadian dengan teman satu jurusan di sini. Ceritanya kami gagal berangkat bersama, beliaunya terpaksa mengalami penundaan keberangkatan. komunikasi tetap dijaga via email maupun sms. akhirnya setelah satu semester, berangkatlah dia ke Brisbane, dan segera menemui saya:
    dia : lha, kamu gak ngganteng toh, rac?
    dirac: lha kamu juga nggak cantik...
    hahaha... tapi hingga sekarang kami tetap berkomunikasi seperti biasa sebelum ketemu, malah sekarang tambah poyok-poyokkan :) yach, setidaknya dapet saudara :D

     
  • At 6:58 PM , Blogger amethys said...

    trus piye? kuciwa? hihihi sidat manusia emang gitu...selalu ga puas...

     
  • At 3:31 PM , Anonymous Anonymous said...

    hayah..overestimate..jatuh dah akhirnya..

     
  • At 7:49 PM , Blogger masayu said...

    @ dirac:
    Apik kui rac... nambah dulur. Siapa tahu kamu tugas di kotanya kan ada tempat mampir.

    @ amethys:
    biasanya kalo orientasinya fisik ya jelas....

    @ negeri deviant:
    Ganti nama nich....

     
  • At 12:59 PM , Anonymous Anonymous said...

    gambaran memang gak selalu lebih indah dari aslinya(kebalik pora seh)...jgn2 minta dibutakan lagi tuh :D

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home