Nyanthing

Berbagi indahnya hidup

Sunday, December 31, 2006

Walau kumasih mencintaimu
kuharus meninggalkanmu
kuharus melupakanmu
Meski hatiku menyayangimu
nurani membutuhkanmu
ku harus merelakanmu
.....


Dengan diiringi suara Bam "Samson" dari salah satu stasiun tivi saya mengucapkan



MyGlitterRomance.com - Glitter Graphics, Glitter Love, MySpace Graphics, MySpace Codes, MySpace layouts, Doll Codes, Glitter Words



Semoga taun depan menjadi taun yang penuh dengan pengharapan lebih baik dari taun lalu.

Wednesday, December 20, 2006

Risoles Isi Ragout



Kalo ditanya apa makanan favorit saya, pasti jawabannya risoles isi ragout. Ragout adalah cincangan sayuran seperti wortel, loncang (daun bawang), sledri, dan daging, yang diberi pengental tepung terigu. Aroma merica dan pala akan tercium harum dari isi risoles ini. Karena saya orang jawa asli, maka saya lebih suka rasanya cenderung agak manis.

Di pasar yang sering saya kunjungi ada banyak pedagang risoles, dari berbagai supplier(halah...). Tapi hanya ada 1 supplier yang risolesnya benar-benar enak menurut saya. Rasa kulitnya gurih, dan rasa ragout-nya pas. Namun sayangnya risoles ini datangnya agak siangan. Jadi kalo' belanjanya kepagian harus nunggu deh. Selidik punya selidik, pembuat risoles ini seorang ibu paruh baya. Bahkan kadang-kadang kalo' dipesani agak banyakpun beliau tidak mau karena sudah nggak kuat tenaganya.

Saya menjadi pelanggan risoles ini dari harganya 450 rupiah sampai harganya 800 rupiah. Memang banyak sih risoles yang lebih murah dengan penampilan yang menarik dibungkus plastik dan ada hiasan piterselinya, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kelezatan risoles ibu ini.

Setelah gempa 27 Mei kondisi pasar itu berubah, agak lengang. Saat itu saya ikut ngerasain rebutan tahu, tempe dan sayuran di pasar karena stok terbatas. Jadi, setiap kali ke pasar yang kepikiran hanyalah kebutuhan pokok. Untuk sesaat keinginan beli risoles menghilang dari pikiran saya. Namun dua bulan yang lalu kebetulan ada acara di rumah yang membutuhkan snack, tiba-tiba teringat risoles enak nan yami itu.

Pagi-pagi saya ke pasar, maksudnya untuk pesan risoles. Dan saya terkejut mendengar perkataan penjual langganan saya.
"Risolesnya sudah nggak bikin mbak"!
"Pembuatnya meninggal seminggu yang lalu, kesrempet mobil!".
Innalillahi wa innaillahi roji'un.
Semoga ibu itu masuk surga, karena telah memberikan kebahagiaan pada banyak orang dengan risolesnya yang enak. Wah tidak ada lagi risoles enak sekarang, dan sayangnya sayapun belum berhasil menguasai cara memasak risoles yang enak. Siapa yang mau belajar bikin risoles bareng saya...., yuuukkk!!!

Monday, December 18, 2006

Male Cheerleaders



Ceritanya nih Minggu malam saya nonton pertandingan basket di Auditorium UPN. Tajuknya IBL All Star, jadi bisa dipastikan yang main bintang-bintang Basket Indonesia dari berbagai club idola anak-anak basket Jogja. Kebetulan saya mengidolakan Kelly Purwanto. Alasan mengidolakan karena Kelly ganteng(halah..). Untuk ukuran pebasket tinggi badan Kelly termasuk pendek tetapi kemampuannya membawa bola dan memasukkan bola ke ring secara individu patut diacungi jempol. Dia lebih bisa diandalkan untuk mencetak angka "sendiri", dari pada harus dioper ke temennya. Karena biasanya udah susah-susah dibawa tinggal masukin bola ke ring dioper ke temennya eh... malah nggak masuk.

Yang menarik di pertandingan kemarin malam bukan Kelly-nya, tapi dancernya. Biasanya setiap Quarter saat mereka turun minum akan diselingi "seksi dance" atau cheerleader. Dan setiap kali juga seksi dancer atau cheerleaders ini perempuan. Kali ini dancer-dancer ini laki-laki.

Terinspirasi oleh iklan deodoran di TV, pihak IBL mengadakan kompetisi male cheerleader. Memang sih male cheerleader bukan hal baru. Malah dari yang saya baca, tahun 1898 di University of Minnesota sudah ada yang namanya cheerleader yang anggotanya semua laki-laki. Cheerleader ini maksudnya untuk memberikan semangat pada regu football mereka agar memenangkan pertandingan. Mereka bersorak-sorak dan meneriakkan yel-yel yang dipandu sehingga terdengar berirama.

Pada tahun 1941 di Amerika diberlakukan wajib militer untuk setiap laki-laki yang berbadan sehat. Saat itu pecah perang dunia II. Sehingga tidak ada lagi kegiatan cheerleader ini. Baru pada tahun 1943 Virginia Merrill dan Anna Francis Stucker mahasiswi Kansas University mendirikan cheerleader yang anggotanya perempuan. Sejak saat itu cheerleader menjadi identik dengan gadis-gadis cantik berbodi aduhai dan menjadi kembang kampus.

Sayangnya male cheerleader yang saya lihat kemarin malam ini terkesan sebuah lelucon. Para pria yang physically memang tidak menarik ini memakai kostum wanita. Padahal dari segi atraksi sudah lumayan bagus. Menurut saya nggak ada salahnya menggunakan male cheerleader, tetapi harus dicari sisi seninya. Male cheerleader dengan pakaian olah raga untuk pria dan atraksi yang bagus akan terlihat menghibur.

Anehnya, perempuan melihat seksi dancer perempuan nggak masalah. Tapi jangan ditanya komentar para pria tentang seksi dancer perempuan, jawabannya pasti suka sekali. Tetapi kalo' cheerleader-nya laki-laki kenapa perempuan nggak begitu suka ya..., apalagi para laki-laki sendiri. Saya sempat dengar komentar kameraman salah satu TV swasta yang ada di samping saya, "Wah bikin pusing nih dancer...!"

Sumber:http://www.ljworld.com/section/citynews/story/164716

Thursday, December 14, 2006

Hujan



Awan mendung bergelayut di langit Yogya. Beberapa tempat sudah diguyur hujan deras. tapi beberapa tempat lagi hanya rintik-rintik. Hujan memang turun belum merata. Puncak merapi malah tempat yang paling sering hujan deras. Air curahan hujan menuruni lereng dengan membawa material vulkanik.

Bencana kah? Itu suatu anugerah disaat sebagian besar penduduk Yogya membutuhkan bahan material untuk membangun kembali rumah mereka, Tuhan menyupply-nya dengan lelehan lava merapi. Material vulkanik yang masih bertengger di lereng merapi dibawa arus air melewati aliran sungai boyong berhenti dan terakumulasi di lokasi-lokasi penambangan pasir.

Baru kali ini kampung saya diguyur hujan deras. Hujan telah mengusir hawa panas dan debu yang beterbangan. Hawa sejuk merasuk ke seluruh pori-pori kulit. Tidak ada lagi desingan kipas angin di kamar.
Pagi-pagi sepanjang jalan aspal kampung masih basah sisa hujan semalam. Bertebaran sayap-sayap laron di tepiannya. Anak-anak berlarian mengejar laron. Beberapa membawa kantung plastik. Jadi ingat masa kecil dulu. Laron adalah lauk yang hadir di meja makan satu kali dalam setahun. Karena memang laron hanya muncul di awal musim penghujan.

Dulu saat saya kecil, Mbah putri akan membangunkan saya saat subuh dengan menyalakan "senthir" kami jalan ke kebun barat rumah untuk mencari liang laron. Setelah itu laron diletakkan di "tambir" untuk dipisahkan sayapnya. Setelah dicuci bersih laron dicampur dengan kocokan telur dan sedikit garam. Jadilah lauk sarapan yang yami. Tapi karena kadar protein laron yang tinggi,tidak setiap orang bisa memakannya. Suatu saat adik saya bentol-bentol setelah makan laron. Itulah terakhir kali saya merasakan laron goreng.

Walau demikian hujan selalu membangkitkan kenangan-kenangan indah. Suara gemericik air dan bau tanah memberikan nuansa yang romantis. Nyamannya bermalas-malasan di bawah selimut sambil memandang derai hujan dari balik jendela. Seakan tak ingin melepaskan musim hujan berlalu begitu saja.

I’m Back

Sudah beberapa saat saya memang vakum dari blog. Sebenarnya ini ekspresi “mutung” yang saya tujukan untuk Blogger. Sejak Blogger di-upgrade ke Beta, entah kenapa rasanya jadi ribet banget. Berawal dari menghilangnya nama fiadi dan jeng Kenny dari list comment saya. Yang kemudian gagalnya posting comment saya untuk fiadi, jeng Kenny, jeng Mei, dan Dirac. Ditambah lagi upgrade template yang nggak kelar-kelar. Lengkap sudah kejengkelan saya.
Selain itu saya sempat diprotes Crushdewn dan jeng Mei kok comment mereka tidak masuk. Jelas saja jawaban saya “mene ketehe…” . Setelah koneksi internet kantor membaik (karena sebelumnya putus-putus), saya coba-coba lagi buka blog dan kirim comment ke fiadi. Selidik punya selidik ternyata usernamenya harus ganti. Username yang digunakan adalah username saat registrasi di Blogger Beta yaitu alamat email. Nasib orang gaptek…..
Walaupun demikian, tetep aja layout blog masih yang itu-itu juga. Kalau masalah ini memang lagi belajar. Coba tanya sana-sini sambil baca buku, yang memang kesimpulannya belum dong. So…. Lanjut nge-blog.